dc.contributor.author | NUZULA, KHOIRURROHMAH | |
dc.date.accessioned | 2018-08-29T06:13:21Z | |
dc.date.available | 2018-08-29T06:13:21Z | |
dc.date.issued | 2018-08-27 | |
dc.identifier.uri | http://repository.umy.ac.id/handle/123456789/20933 | |
dc.description | Latar Belakang: Keselamatan pasien merupakan prioritas utama dalam perawatan kesehatan saat ini yang bertujuan mengurangi risiko kesalahan medis. Keselamatan pasien adalah sistem terpadu antara semua disiplin ilmu di rumah sakit termasuk mahasiswa kedokteran sarjana. Identifikasi pasien sangat penting bagi budaya keselamatan pasien. Namun kenyataannya, mahasiswa kedokteran sarjana belum banyak mengetahui tentang keselamatan pasien terutama identifikasi pasien sebelum menjalankan tahapan di rumah sakit. Hal ini jelas akan mempengaruhi budaya keselamatan pasien di rumah sakit. Budaya keselamatan pasien akan berpengaruh pada kepuasan pasien. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya pengaruh pemberian pelatihan identifikasi pasien terhadap kepuasan pasien.
Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode quasy experimental dengan bentuk non-eqivalent control group design. Kelompok studi dibagi menjadi dua kelompok: kelompok kontrol adalah pasien yang mendapat layanan kesehatan oleh dokter muda yang tidak diberi pelatihan identifikasi pasien dan kelompok eksperimen adalah pasien yang mendapatkan pelayanan kesehatan oleh dokter muda yang menerima pelatihan identifikasi pasien. Kepuasan pasien dinilai dengan menggunakan survei kepuasan ServQual.
Hasil dan diskusi: Kepuasan pasien pada kelompok kontrol dan eksperimen menunjukkan perbedaan yang signifikan dalam beberapa dimensi kepuasan pasien, yaitu dimensi emphaty (p = 0,001), reliabilitas (p = 0,001), responsiveness (p = 0,001) dan assurance (p = 0,002) . Dengan nilai rata-rata kepuasan pasien pada dimensi emphaty kelompok eksperimen 3,82 dan kelompok kontrol 2,82, xvi pada dimensi percobaan kelompok eksperimen 3,65 dan kelompok kontrol 2,82, dimensi respons kelompok eksperimental 3,46 dan kelompok kontrol 2,82 dan dimensi eksperimental kelompok eksperimen 3,38 dan kelompok kontrol sebesar 2,98.
Kesimpulan: Terdapat pengaruh pelatihan identifikasi pasien terhadap kepuasan pasien dilihat dari empat dimensi kepuasan yakni emphaty (empati), reliability (kehandalan), responsiveness (ketanggapan) dan assurance (jaminan) dimana ditemukan perbedaan signifikan kepuasan pasien antara pasien yang mendapat layanan kesehatan dari dokter muda yang mendapat pelatihan identifikasi pasien dan pasien yang mendapat pelayanan kesehatan dari dokter muda yang tidak menerima pelatihan identifikasi pasien. | en_US |
dc.description.abstract | Latar Belakang: Keselamatan pasien merupakan prioritas utama dalam perawatan kesehatan saat ini yang bertujuan mengurangi risiko kesalahan medis. Keselamatan pasien adalah sistem terpadu antara semua disiplin ilmu di rumah sakit termasuk mahasiswa kedokteran sarjana. Identifikasi pasien sangat penting bagi budaya keselamatan pasien. Namun kenyataannya, mahasiswa kedokteran sarjana belum banyak mengetahui tentang keselamatan pasien terutama identifikasi pasien sebelum menjalankan tahapan di rumah sakit. Hal ini jelas akan mempengaruhi budaya keselamatan pasien di rumah sakit. Budaya keselamatan pasien akan berpengaruh pada kepuasan pasien. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya pengaruh pemberian pelatihan identifikasi pasien terhadap kepuasan pasien.
Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode quasy experimental dengan bentuk non-eqivalent control group design. Kelompok studi dibagi menjadi dua kelompok: kelompok kontrol adalah pasien yang mendapat layanan kesehatan oleh dokter muda yang tidak diberi pelatihan identifikasi pasien dan kelompok eksperimen adalah pasien yang mendapatkan pelayanan kesehatan oleh dokter muda yang menerima pelatihan identifikasi pasien. Kepuasan pasien dinilai dengan menggunakan survei kepuasan ServQual.
Hasil dan diskusi: Kepuasan pasien pada kelompok kontrol dan eksperimen menunjukkan perbedaan yang signifikan dalam beberapa dimensi kepuasan pasien, yaitu dimensi emphaty (p = 0,001), reliabilitas (p = 0,001), responsiveness (p = 0,001) dan assurance (p = 0,002) . Dengan nilai rata-rata kepuasan pasien pada dimensi emphaty kelompok eksperimen 3,82 dan kelompok kontrol 2,82, xvi pada dimensi percobaan kelompok eksperimen 3,65 dan kelompok kontrol 2,82, dimensi respons kelompok eksperimental 3,46 dan kelompok kontrol 2,82 dan dimensi eksperimental kelompok eksperimen 3,38 dan kelompok kontrol sebesar 2,98.
Kesimpulan: Terdapat pengaruh pelatihan identifikasi pasien terhadap kepuasan pasien dilihat dari empat dimensi kepuasan yakni emphaty (empati), reliability (kehandalan), responsiveness (ketanggapan) dan assurance (jaminan) dimana ditemukan perbedaan signifikan kepuasan pasien antara pasien yang mendapat layanan kesehatan dari dokter muda yang mendapat pelatihan identifikasi pasien dan pasien yang mendapat pelayanan kesehatan dari dokter muda yang tidak menerima pelatihan identifikasi pasien. | en_US |
dc.language.iso | other | en_US |
dc.publisher | MMR UMY | en_US |
dc.subject | PELATIHAN IDENTIFIKASI PASIEN | en_US |
dc.subject | KESELAMATAN PASIEN | en_US |
dc.subject | DOKTER MUDA | en_US |
dc.subject | KEPUASAN PASIEN | en_US |
dc.title | PENGARUH PELATIHAN KETRAMPILAN IDENTIFIKASI PASIEN DALAM PENERAPAN PATIENT SAFETY DOKTER MUDA TERHADAP KEPUASAN PASIEN DI RS PKU MUHAMMADIYAH GAMPING | en_US |
dc.type | Thesis | en_US |